Tags

, , , , ,

Menjelang musim dingin seperti saat ini, Desa Llanbedrog, di Gwynedd, Wales, Inggris barat makin sepi.

Rumah-rumah cantik yang berukuran besar tampak kosong tak berpenghuni.
Sang empunya rumah memang bukan warga setempat. Ini rumah kedua yang biasanya dimanfaatkan untuk beristirahat di musim liburan.

Di Inggris, rumah-rumah semacam ini biasa disebut holiday homes.

Statistik menunjukkan Gwynedd termasuk lokasi favorit untuk memiliki rumah peristirahatan. Maklum daerah ini memiliki pantai berpasir dan alam yang elok. Udaranya juga segar.

Hampir 8.000 orang memiliki alamat kedua di kawasan ini yang berarti dari 1.000 rumah, 64 di antaranya tidak dihuni sepanjang tahun.

Enam puluh empat pemilik ini masuk dalam golongan 165.095 warga Inggris yang memiliki rumah kedua di luar rumah utama yang mereka tempati.

Namun popularitas Gwynedd menimbulkan dampak negatif bagi warga setempat.

Harga rumah tiga kamar di Gwynedd hingga akhir 2012 mencapai £250.000 atau sekitar 3,8 miliar bila dirupiahkan.

“Harga ini di luar jangkauan kebanyakan warga setempat,” kata John Wyn Williams, pejabat di Gwynedd yang membidangi perumahan kepada koran The Independent.

Ditambah dengan faktor resesi -yang antara lain menyebabkan lapangan kerja makin sulit- warga Gwynedd terpaksa mencari rumah di daerah lain yang lebih terjangkau.

Atau harus tinggal bersama orang tua, seperti Susan Protchard, ibu muda satu anak, yang tinggal di sebuah kamar di rumah milik ayahnya.

“Saya frustrasi dengan keadaan ini. Saya tak yakin apakah orang-orang yang punya rumah kedua di sini merasakan penderitaan saya,” kata Nyonya Pritchard.

Efek domino dari eksodus warga adalah sekolah-sekolah di Gwynedd sekarang kekurangan murid karena banyak keluarga yang pindah.

“Desa-desa di daerah kami makin sepi, tak ubahnya seperti desa hantu di musim dingin,” tambah Williams.

Situasi seperti ini terjadi di kawasan-kawasan lain di Wales, Inggris barat.

“Masyarakat di pedesaan Wales sudah sejak lama terkena dampak dari rumah-rumah yang bukan dimiliki oleh warga setempat,” kata Nick Bennett, pengurus organsasi yang bergerak di bidang penyediaan rumah bagi warga.

“Kita mungkin menghadapi kemungkinan hilangnya generasi, karena makin banyak warga, terutama kalangan muda yang pindah ke daerah lain.”

“Pada saat yang sama bahasa Wales yang saat ini banyak dipakai oleh mereka, mungkin juga akan terancam,” imbuhnya.

Pemerintah setempat mencoba mengatasi persoalan ini dengan membangun kompleks perumahan baru, dengan harga lebih terjangkau tentunya, yang diperuntukkan untuk warga setempat.

Nyonya Pritchard termasuk satu di antaranya warga Llanbedrog yang memanfaatkan skema ini.

Sekarang ia dan putrinya tidak harus tidur berdesak-desakan di satu ruang di rumah ayahnya.

Ditulis oleh Mohamad Susilo

Sumber: BBC