Orangutan di kebun binatang Indonesia hampir semuanya merokok karena pemberian pengunjung dan tanpa ada larangan dari petugas penjaga, menurut seorang pakar konservasi.

“Orangutan yang merokok di kebun binatang terjadi dimana saja kecuali Taman Safari,” kata Hardi Bhaktiantoro, direktur Pusat Perlindungan Orang Utan, Centre for Orangutan Protection (COP) kepada BBC Indonesia.

“Orang utan merokok karena bebasnya interaksi antara pengujung dan orangutan, sementara petugas tidak mencegah. Akibatnya pengunjung bisa melempar rokok, makanan atau minuman,” kata Hardi.

Salah satu pengamatan yang disaksikan Hardi pertengahan September adalah orangutan berusia lima tahun dan tengah merokok di Kebun BInatang Taru Jurug, Solo.

“Orangutan yang merokok bagi kebanyakan orang dianggap lucu, dan ditertawakan sama-sama,” kata Hardi.

Dampak bagi pengunjung

Ia mengatakan karena DNA orangutan dan manusia sama sekitar 97%, maka dampak rokok bagi kesehatan primata ini juga besar.

“Dampak buruk pasti, rokok membahayakan kesehatan. DNA manusia dengan orang utan mirip, jadi membahayakan juga untuk orangutan,” tambah Hardi.

Untuk itu ia mendesak pihak kebun binatang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orangutan dan mengupayakan kebiasaan pengunjung memberikan sesuatu kepada orangutan dihentikan.

“Kebun binatang harus melakukan pemeriksaan apakah orangutan mereka sehat atau tidak. Bila tidak, bisa membahayakan pengunjung. Bila ada yang kena TBC misalnya, dan batuk, pengunjung juga bisa terkena,” tambahnya.

Di Malaysia, seekor orangutan yang ketagihan merokok dikarantina untuk membantu menghentikan kebiasaan buruk ini.

Petugas satwa liar di kebun binatang Johor mengatakan mereka masih terus mengupayakan merokok orangutan bernama Shirley.

Orangutan dikategorikan sebagai binatang yang dilindungi dan hanya 50.000 ekor yang hidup di hutan.

::Sumber: BBC